PENTINGNYA SIFAT JUJUR DAN BAHAYA DUSTA

Oleh / Rb2 23 1439 / Fawaid, Nasehat

asy-Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

“Atas setiap muslim salafy yang jujur, hendaknya dia senantiasa berusaha jujur.
Hendaknya dia menjauhi dusta, waspada darinya, dan memperingatkan orang lain dari bahayanya.

Hendaknya mendidik (dirinya) agar memiliki sifat jujur. Hendaknya dia mendidik dirinya, keluarganya, murid-muridnya, dan semua orang yang di bawah tanggung jawabnya agar memiliki akhlaq yang mulia ini, yaitu jujur, sabar, bijak, dan berbagai akhlak yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan yang Rasulullah bersabda tentangnya: « _Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik_ »

Muhadharah : at-Tamassuk bi al-Kitab wa as-Sunnah ‘ala Fahmi as-Salaf ash-Shalih

قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله : على المسلم السلفي الصادق أن يتحرى الصدق وأن يتجنب الكذب ويحذره ويحذر منه ويُربيّ على الصدق، يُربيّ نفسه وأسرته وتلاميذه ومن تحت يده يربيهم على هذه الأخلاق العالية ( الصدق، الصبر، الحلم، والأخلاق التي أحبّها الله تعالى والتي قال فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم « بعثتُ لأتمم مكارم الأخلاق » محاضرة : التمسك بالكتاب والسنة على فهم السلف الصالح

#rabi
#jujur